BERAUONLINE.COM, BERAU – Beberapa kampung di Kecamatan Gunung Tabur masuk dalam lingkar tambang, khususnya yang dipinggiran sungai dan mayoritas masih berkontruksi kayu juga sudah usang.
Melihat kondisi tersebut, menurut Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau Sumadi, berarti bangunan yang ada perlu dilakukan bedah rumah.
“Karena wilayah perkampungan itu masuk lingkar tambang, hendaknya perusahaan terkait yang menangani melalui corporate social responsibility (CSR) mereka. Sehingga pemukiman dipinggiran Sungai yang ada lebih tertata dan layak huni,” kata Wakil Rakyat asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, kemarin.
Dijelaskannya, jika memerlukan anggaran besar, dirinya menyarankan penanganan bedah rumah jangan sekaligus tetapi bertahap, mungkin pertahun 10-20 unit rumah dilakukan pembenahan oleh pihak perusahaan.
Apabila rutin diprogramkan maka beberapa tahun pasti bisa disikapi pemukiman kumuh dibantaran sungai tersebut. Dengan di bedah, besar kemungkinan kesehatan dan kenyamanan Masyarakat meneriman manfaat juga mengalami kemajuan.
“Jadi dalam hal bedah rumah, hendaknya jangan hanya mengandalkan Pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim). Kenapa demikian, sebab cakupan yang harus ditangani seluruh kampung se Kabupaten Berau. Akhirnya penanganan bedah rumah setiap tahunnya minim, yang akhirnya memperlambat penangan, khususnya yang dibantaran Sungai,” papar Sumadi lagi.
Lanjut beliau, makanya kalau Perusahaan di sektor tambang ikut andil, maka bisa mempercepat penataan pemukiman penduduk, khususnya di perkampungan yang terletak di pinggiran sungai ataupun laut.
“Oleh sebab itu saya minta setiap Kepala Kampung proaktif untuk mengajukan ke Perusahaan yang beroperasi di sekitar kampungnya untuk di program bedah rumah bagi pemukiman warganya yang masuk kategori sudah usang. Jangan andalkan Pemerintah Kabupaten saja, kenapa, bakal lama baru bisa dibantu realisasikan. Mengapa? Karena keterbatasan anggaran daerah. Pertimbangan lain, karena yang ditangani 100 kampung, maka harus siap tunggu giliran bukan, Makanya kalau mau cepat ajukan ke Perusahaan,” pungkasnya.
Penulis : Tim